
“Puteriku , aku bukanlah puteramu , namun izinkan saya membawamu mengembara . Masihku ingat katamu , mengembara ialah kebahagiaanmu , mengembara adalah segala-galanya bagimu ...... ”
Puteriku , marilah kita meninggalkan istana ini , tinggalkan tempat ini , tinggalkan segala-galanya . Aku akan membawamu mengembara , sehinggalahmu menemui puteramu . Namun , janganlah jatuh cinta padaku , aku hanyalah seorang penggembara . Aku bukanlah puteramu , aku tidak mampu memberikan pakaian yang cantik kepadamu , tidak mampu memberikan batu permata dan berlian yang berharga kepadamu , tidak mampu membina istana yang agung untukmu , tidak mampu memberi kedudukan yang mulia kepadamu . Justeru , janganlah jatuh cinta padaku , aku bukannya puteramu . Aku tidak layak untuk menerima cintamu , mahkota hatiku . Ikutlah aku , marilah mengembara bersamaku , puteriku . Percayalah aku , aku akan membawamu menemui puteramu , putera yang mampu memberikan kebahagiaan kepadamu . Pada masa itu , tinggallah di sisinya , nescayamu akan menjadi seorang permaisuri yang bahagia , dan aku akan teruskan pengembaraanku , berseorangan . Namun , kesunyian tetap akanku tanggung , janjimu akan bahagia di sisi puteramu ......
Mengembara ialah takdirku , kehidupanku , adalah segala-galanya bagiku .
Aku hanyalah seorang pengembara , seorang pengembara yang kesunyian , memang berseorangan sejak saya dilahirkan , dan akan bersendirian sehingga hembusan nafasku yang terakhir . Saya tidak memiliki tubuh yang perkasa , tidak memiliki harta pustaka yang tidak ternilainya , tidak memiliki kata-kata yang manis . Justeru , aku bukanlah puteramu , tidak mampu memberikan kebahagiaan kepadamu . Walaupun aku pernah gigih berusaha , menemani di sisimu dan bersama kita mengharungi pelbagai kesukaran ; walaupun aku pernah berani , melindungimu agar tidak tercedera dan tertarik dalam dunia yang penuh dengan godaan ini ; walaupun aku pernah prihatin , membawa kegembiraan kepadamu dan mengheretmu meninggalkan lembah kedukaan . Namun , itulah hakikatnya , aku tetap bukanlah puteramu .
Puteriku , aku hanya boleh membawamu mengembara , membawamu menemui putera yang ditakdirkan bersamamu . Dan hanya itulah yang aku mampu ......
Usahlah layanku dengan baik , kerana aku bimbang , aku akan keberatan untuk meninggalkanmu apabilamu menemui puteramu . Aku , hanyalah seorang pengembara . Aku , tidak mungkin akan menjadi puteramu . Puteriku , hulurkan tanganmu , marilah kita mengembara . Percayalah , puteramu sedang menunggumu di depan , masihnya menunggu untuk memberi kebahagiaan kepadamu .
▁▂ Kolam Hajat ▂▁
Lihatlah , Puteriku . Betapa indahnya kolam hajat itu . Masihkah kamu ingat , puteriku ? Kami pernah bersinggah di sini . Namun , aku telah mengeluarkan syiling yang dilontar olehmu ke dalam kolam hajat dahulu . Lihatlah , puteriku , masihkah kamu ingat syiling ini ? Ia mencatatkan janjimu , janjimu untuk bersamaku sepanjang hajatmu . Usahlah khuatir , aku telah mengeluarkan syiling tersebut , aku telah melepaskan janjimu . Tahukahmu , puteriku ? Aku bukanlah puteramu , namun aku akan memastikan puteriku bahagia sepanjang hayatmu di sisi puteramu .
Hulurkan tanganmu , puteriku . marilah kita teruskan pengembaraan kami ......
▁▂ Batu Jodoh ▂▁
Lihatlah , Puteriku . Itulah batu jodoh . Masihkah kamu ingat , puteriku ? Kami juga pernah bersinggah di sini . Namun , aku telah memadamkan nama kita yang dicatatkan olehmu dahulu . Dengan begitulah , lenyaplah takdir kita utuk dijodohkan selama-lamanya . Lupakanlah , lupakan janjimu untuk bersamaku sepanjang hajatmu . Tahukahmu , puteriku ? Aku bukanlah puteramu , namun aku tetap akan memastikan kebahagiaanmu , dan kamu adalah ditakdirkan untuk bersama puteramu .
Hulurkan tanganmu , puteriku . marilah kita teruskan pengembaraan kami ......
▁▂ Sempadan Dunia ▂▁
Puteriku , janganlah menangis . Tahukahmu , puteriku , sanubariku sebak menahan kepiluan melihatmu menangis , hatiku turut hancur luluh bak kaca yang terhempas di lantai melihat air mata yang bergenang di kelopok matamu . Adakah kamu telah membuat keputusan untuk menunggu puteramu di sini ? Baiklah , aku akan menemani di sisimu . Tak apalah , walaupun mengembara adalah segala-galanya bagiku , namun puteriku , kebahagiaanmu jauh lebih penting daripada segala-galanya .
Hulurkan tanganmu , puteriku . Biarlah aku menemani di sisimu untuk menunggu ketibaan puteramu ......
▁▂ Ketibaan Puteramu ▂▁
Lihatlah , puteri . puteramu dah tiba . Lihatlah , dialah putera yang kamu nanti-nantikan . Lihatlah , dialah putera yang ditakdirkan bersamamu . Lihatlah , dialah puteramu , hanya dialah yang mampu memberi kebahagiaan kepadamu . Lupakanlah aku , lupakan segala-galanya mengenaiku . Tahukahmu , puteriku ? Aku bukanlah puteramu , namun aku tetap akan mendoakan kebahagiaanmu , dan kamu adalah ditakdirkan untuk bersama puteramu . Dan , tibanya masa untuk aku berpisah denganmu .
Lepaskan tanganmu , puteriku . Biarlah aku meneruskan pengembaraanku ,bersendirian......
▁▂ Takdir Seorang Pengembara ▂▁
Aku hanyalah seorang pengembara , seorang yang ditakdirkan kesunyian dan berseorangan . Sebenarnya , aku memang keberatan untuk meninggalkan puteriku . Namun , itulah takdirku , takdir seorang pengembara . Pengembaraanku tidak akan ditemani oleh sesiapa pun , aku memang ditakdirkan kesunyian , bersendirian sehinggalah ke hembusan nafasku yang terakhir . Tahukah kamu , puteriku ? Aku memang cinta akanmu . Namun , semuanya menjadi tidak penting , asalkan kamu bahagia di sisi puteramu .......
